Blogger Widgets

Translate

Tampilkan postingan dengan label ushul fiqh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ushul fiqh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Januari 2014

lima kaidah asasiyah beserta contohnya

     Lima Kaidah Ushul Fiqih
  1. I. Kaidah Asasi Pertama
اَلْأُمُوْرُ بِمَقاَصِدِهاَ
Segala perkataan terantung pada niat
Niat di kalangan ulama-ulama Syafi’iyah diartikan dengan bermaksud melakukan sesuatu disertai pelaksanaannya.
قَصْدُ الشَّيْءِ مُقْتَرَناً بِفِعْلِهِ أَوالْقَصْدُالْمُقَارِنُ لِلْفِعْلِ
Di dalan sholat misalnya yang dimaksud dengan niat adalah bermaksud didalam hati dan wajib niat disertai takbirat al-ihram.
Di kalangan mahzab Hambali juga menyatakan bahwa tempat niat ada dalam hati